Rabu, 22 Januari 2014

TEORI TENTANG BERLAKUNYA HUKUM ISLAM DI INDONESIA



Hukum Islam mulai memasuki Indonesia ketika Indonesia banyak di datangioleh para pedagang yang datang dari berbagai daerah. Dalam prosesberlakunya hukum Islam di Indonesia, terdapat beberapa teori yangmendampinginya, diantaranya :

1.Teori Kredo atau Syahadat
Teori kredo atau syahadat ialah teori yang mengharuskan pelaksanaan hukum Islam oleh mereka yang telah mengucapkan dua kalimah syahadat sebagai konsekuensi logis dari pengucapan kredonya.Teori ini sesungguhnya kelanjutan dari prinsip tauhid dalam filsafat hukum Islam. Prinsip tauhid yang menghendaki setiap orang yang menyatakan dirinya beriman kepada ke-Maha Esaan Allah swt., maka ia harus tunduk kepada apa yang diperintahkan Allah swt. Dalam hal ini taat kepada perintah Allah swt. dan sekaligus taat kepada Rasulullah saw. Dan sunnahnya. Teori Kredo ini sama dengan teori otoritas hukum yang dijelaskanoleh H.A.R. Gibb (The Modern Trends in Islam, The University of Chicago Press, Chicago, Illionis, 1950). Gibb menyatakan bahwa orang Islam yang telah menerima Islam sebagai agamanya berarti ia telah menerima otoritas hukum Islam atas dirinya. Teori Gibb ini sama dengan apa yang telah diungkapkan oleh imam madzhab seperti Imam Syafi‟i dan Imam Abu Hanifah ketika mereka menjelaskan teori mereka tentang Politik Hukum Internasional Islam (Fiqh Siyasah Dauliyyah) dan Hukum Pidana Islam (Fiqh Jinayah). Mereka mengenal teori teritorialitas dan non teritorialitas. Teoriteritorialitas dari Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa seorang muslim terikat untuk melaksanakan hukum Islam sepanjang ia berada di wilayah hukum di mana hukum Islam diberlakukan. Sementara teori non teritorialitas dari Imam Syafi‟i menyatakan bahwa seorang muslim selamanya terikat untuk melaksanakan hukum Islam di mana pun ia berada, baik di wilayah hukum di mana hukum Islam diberlakukan,maupun di wilayah hukum di mana hukum Islam tidak diberlakukan. Sebagaimana diketahui bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia adalah penganut madzhab Syafi‟i sehingga berlakunya teori syahadat ini tidak dapat disangsikan lagi. Teori Kredo atau Syahadat ini berlaku di Indonesia sejak kedatangannya hingga kemudian lahir Teori Receptio in Complexu di zaman Belanda.

2. Teori Receptio in Complexu
Teori receptio in Complexu menyatakan bahwa bagi orang Islam berlaku penuh hukum Islam sebab ia telah memeluk agama Islam walaupun dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan-penyimpangan. Teori ini berlaku di Indonesia ketika teori ini diperkenalkan oleh Prof. Mr.Lodewijk Willem Christian van den Berg. Teori Receptio in Complexu ini telah diberlakukan di zaman VOC sebagaimana terbukti dengan dibuatnya berbagai kumpulan hukum untuk pedoman pejabat dalam menyeleaikan urusan-urusan hukum rakyat pribumi yang tinggal di dalam wilayah kekuasaan VOC yang kemudian dikenal senagai Nederlandsch Indie. Hukum kekeluargaan Islam khususnya hukum perkawinan dan waris tetap diakui oleh Belanda. Bahkan VOC mengakuinya dalam bentuk peraturan Resolutie der Indische Regeering tanggal 25 Mei 1760 yang kemudianoleh Belanda diberi dasar hukum Regeering Reglemen (RR) tahun 1885.

3.Teori Receptie
Teori Receptie menyatakan bahwa bagi rakyat pribumi pada dasarnya berlaku hukum adat. Hukum Islam berlaku bagi rakyat pribumi kalau norma hukum Islam itu telah diterima oleh masyarakat sebagaihukum adat. Teori ini diberi dasar hukum dalam undang-undang dasarhindia belanda yang menjadi pengganti RR, yaitu Wet op deStaatsinrichting van Nederlands Indie (IS). Teori Receptie dikemukakanoleh Prof. Christian Snouck Hurgronye dan kemudian dikembangkan olehvan Vollenhoven dan Ter Haar. Teori ini dijadikan alat oleh Snouck Hurgronye agar orang-orang pribumi jangan sampai kuat memegangajaran Islam dan hukum Islam. . Jika mereka berpegang terhadap ajarandan hukum Islam, dikhawatirkan mereka akan sulit menerima dandipengaruhi dengan mudah oleh budaya barat. Ia pun khawatir hembusanPan Islamisme yang ditiupkan oleh Jamaluddin Al-Afgani berpengaruh diIndonesia.Teori Receptie ini amat berpengaruh bagi perkembangan hukumIslam di Indonesia serta berkaitan erat dengan pemenggalan wilayahIndonesia ke dalam sembilan belas wilayah hukum adat. Teori Receptieberlaku hingga tiba di zaman kemerdekaan Indonesia.

4. Teori Receptie Exit
Teori Receptie Exit diperkenalkan oleh Prof. Dr. Hazairin, S.H.Menurutnya setelah Indonesia merdeka, tepatnya setelah ProklamasiKemerdekaan Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945 dijadikanUndang-Undang Negara Republik Indonesia, semua peraturan perundang- undangan Hindia Belanda yang berdasarkan teori receptie bertentangan dengan jiwa UUD ‟45. Dengan demikian, teori receptie itu harus exit alias keluar dari tata hukum Indonesia merdeka.Teori Receptie harus keluar dari teori hukum nasional Indonesia karena bertentangan dengan UUD‟45 dan Pancasila serta bertentangan dengan al-Qur‟an dan Sunnah. Secara tegas UUD ‟45 menyatakan bahwa“Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa” dan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanyamasing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” Demikiandinyatakan dalam pasal 29 (1) dan (2).

5. Teori Receptie A Contrario
Teori Receptie Exit yang diperkenalkan oleh Hazairindikembangkan oleh Sayuti Thalib, S.H. dengan memperkenalkan TeoriReceptie A Contrario. Teori Receptie A Contrario yang secara harfiahberarti lawan dari Teori Receptie menyatakan bahwa hukum adat berlaku bagi orang Islam kalau hukum adat itu tidak bertentangan dengan agamaIslam dan hukum Islam. Dengan demikian, dalam Teori Receptie AContrario, hukum adat itu baru berlaku kalau tidak bertentangan denganhukum Islam. Teori ini sejiwa dengan teori para pakar hukum islam (fuqaha) tentang al „urf dan teori al -adah.Kalau Teori Receptie mendahulukan berlakunya hukum adat dari pada hukum Islam, maka Teori Receptie A Contrario sebaliknya.Dalam Teori Receptie, hukum Islam tidak dapat diberlakukan jikabertentangan dengan hukum adat. Teori Receptie A Contrario mendahulukan berlakunya hukum Islam daripada hukum adat, karena hukum adat baru dapat dilaksanakan jika tidak bertentangan dengan hukum Islam.

6.Teori Hukum Islam
Teori penataan kepada hukum bagi orang Islam terkandung dalam sumber ajaran dan sumber hukum islam, yaitu: Alqur’an dan Assunah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar