Rabu, 22 Januari 2014

Etos Kerja Dalam Islam

Etos berasal dari bahasa Yunani, artinya: sesuatu yang diyakini, cara berbuat, sikap serta persepsi terhadap nilai bekerja.

Etos Menurut Soerjono Soekanto:
          Nilai-nilai dan ide-ide dari suatu kebudayaan.
          Karakter umum dari suatu kebudayaan.
Kerja merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang memiliki tujuan dan usaha yang dilakukan guna membuat aktivitas tersebut bermanfaat.
 Bekerja adalah segala usaha maksimal yang dilakukan manusia, baik melalui gerak anggota tubuh atau akal guna menambah kekayaan, baik dilakukan perorangan maupun kolektif, untuk pribadi maupun orang lain.
Aktivitas dapat dikategorikan sebagai pekerjaan apabila memenuhi syarat berikut:
          Dorongan untuk mewujudkan sesuatu sehingga tumbuh tanggungjawab untuk menghasilkan karya atau produk.
          Dilakukan karena kesengajaan dan direncanakan.
Etos kerja adalah sikap dan pandangan terhadap kerja, kebiasaan kerja yang dimiliki seseorang, kelompok, atau bangsa.
Etos kerja adalah sifat, watak, dan kualitas kehidupan batin manusia, moral dan gaya estetik serta suasana batin mereka.
Etos kerja merupakan karakter dan kebiasaan berkenaan dengan kerja yang terpancar dari sikap hidup manusia yang mendasar terhadapnya.
Pandangan Islam tentang etos kerja dapat dipahami dari sabda Nabi saw:
  “nilai setiap kerja tergantung pada niat oleh pelakunya. Jika tujuannya untuk mencari ridha Allah, maka dia akan mendapatkannya. Jika tujuannya hanya untuk mendapat simpati sesama manusia, maka dia akan memperoleh hasil sesuai dengan tujuannya”.
Ciri-ciri Etos Kerja Islami:
          Menghargai waktu
          Bermoral bersih (ikhlas)
          Menjunjung tinggi kejujuran
          Memiliki komitmen yang kuat
          Istiqamah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar